Mahasiswa Anti Korupsi di Paramadina

Tikus dan KejuKebetulan pagi ini melihat obrolan menarik di tvOne. Berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh Universitas paramadina. Pihak universitas mewajibkan seluruh mahasiswanya mengikuti mata kuliah Anti Korupsi.

“Universitas Paramadina ingin membangun optimisme dikalangan pemuda bahwa korupsi di Indonesia bisa diberantas, asalkan dengan metode yang benar dan dijalankan dengan konsisten dan terus-menerus”, begitu kata Pak Anis, rektornya.

Selain itu, mereka juga akan mendatangkan para tokoh-tokoh profesional dari kalangan pengusaha, KPK, pengamat dan lain-lain untuk memberikan stadium generale pada mata kuliah ini. Wah, ini baru terobosan nih. Sayangnya, beberapa kalangan menyatakan pesimis dengan terobosan ini. Mahasiswa yang diwawancarai di TV tadi juga mengatakan bahwa mata kuliah ini ngga penting banget. Bahkan, Indy yang mewawancarai tadi juga mengatakan pesimis.

Mestinya, terobosan ini harus disupport meskipun tidak bisa menghilangkan korupsi secara langsung di Indonesia. Minimal good will nya harus kita hargai. Sebab bagaimanapun juga kalau kita menyerah dengan sistem korupsi di Indonesia, maka tamatlah bangsa ini. Harus ada orang terus menyebarkan semangat dan optimisme anti korupsi itu.

Menurut Prof Arif (pengamat pendidikan) yang tadi pagi juga diundang, “Di Indonesia, korupsi ini dilakukan karena 3 alasan, (1) Karena perlu (by need), (2) Karena serakah (by greed) dan (3) Karena sistem (by system)”. Banyak orang yang kemudian tidak berdaya karena berhadapan dengan sistem korup dan akhirnya menyerah dan larut/ikut-ikutan. Wah, ini yang berbahaya.

Hal menarik lainnya adalah bahwa para mahasiswa diwajibkan menulis riset/investigative report tentang kejadian korupsi di sekelilingnya. Mereka misalnya diminta untuk melakukan investigasi terhadap korupsi yang terjadi di jalan raya, dalam proses pembuatan KTP atau SIM, mengamati pungli yang dialami sopir taksi dan angkutan umum, pungli di bandara dan sebagainya. Lewat investigasi itu, diharapkan mahasiswa bisa membuat laporan yang segar, menarik dan faktual.

Hmm… bagus juga, kita doakan aja supaya mata kuliah ini tidak hanya bertahan 1 semester saja, tapi bisa dikembangkan lebih baik lagi. Salut.

1 comment Juni 13, 2008

Menakar Kepekaan Pribadi

Pelajaran kehidupan mengatakan kepada kita bahwa simpati dan empati terhadap orang lain merupakan kekuatan terbesar yang membentuk peradaban hingga sejauh ini. Masih ingat tentang peristiwa Gempa dan Gelombang Tsunami di Aceh? Tentu anda masih ingat! Kejadian itu telah membuktikan kepada kita semua bahwa menyisihkan barang berharga kita tidak sebanding dengan penderitaan akan kehilangan keluarga dan sanak saudara. Hebatnya, hal itu dilakukan oleh orang sedunia, oleh bangsa-bangsa, oleh lembaga-lembaga internasional, oleh pemimpin-pemimpin dunia, dan oleh semua orang. Saya yakin anda termasuk diantaranya.

Pelajaran penting dari cuplikan peristiwa itu adalah nilai kemanusiaan tidak bisa dibatasi oleh hanya sekedar tali pembatas bernama negara, agama dan ras manusia. Semua itu dapat ditembus oleh nilai kemanusiaan bernama empati. Namun sayangnya, peristiwa itu juga membuktikan kepada kita bahwa pelajaran membantu dan meringankan sesama harus didahului setelah terjadinya sebuah tragedi bernama Tsunami. Lalu bagaimana jika tidak ada Tsunami? Masihkah umat manusia menerapkan nilai yang sama? Disinilah pentingnya nilai sensitiveness yang akan kita bahas ini.

Tolong sesama

Sensitiveness atau kepekaan memungkinkan kita melihat lebih dalam dari yang terlihat diluar. Kepekaan membuat kita mengerti penderitaan orang lain, tanpa orang tersebut harus mengalami penderitaan, tragedi, bencana yang sesungguhnya. Bayangkan kumbang yang memiliki sepasang antena. Tuhan melengkapi kumbang dengan antena yang sensitif untuk dua alasan, pertama, untuk mendeteksi adanya makanan disekitarnya, dan kedua, untuk mendeteksi adanya ancaman bahaya. Antena ini begitu sensitifnya hingga kumbang tidak memerlukan mata untuk melihat kedua tanda itu.

Sementara manusia dilengkapi oleh Tuhan sesuatu yang hampir berfungsi sama seperti antena pada kumbang. Antena ini bernama Heart. Atau Hati. Hati dilengkapi dengan perasaan sensitif. Pernahkah anda mendengar tentang Mata Hati? Jika mata fisik hanya bisa melihat luarnya, maka Mata Hati bisa melihat lebih dalam lagi. Sesuatu yang tidak terlihat. Sesuatu yang tidak bersifat materi. Sesuatu yang dapat dirasakan. Itulah kenapa orang buta bisa merasakan lebih jelas dari orang normal. Itu karena mata hati mereka begitu terlatih.

Dalam kehidupan yang lebih mikro, yaitu perseorangan, sensitivitas membantu kita menemukan sisi kemanusiaan dalam diri. Sensitif atau perasaan peka lah yang memulai tumbuhnya empati.
Kadar sensitivitas tiap orang berbeda, itu sudah jelas!. Ada orang yang sangat sensitif, namun ada orang yang kurang sensitif. Semakin sensitif, semakin mudah melihat ada yang salah dengan lingkungan kita. Namun, kadar volume sensivitas bergantung pada emosi, dan kondisi yang dialami seseorang dalam suatu waktu. Contoh, orang akan lebih merasakan sensitif dalam keadaan tenang dan tidak tertekan, atau orang akan lebih sensitif melihat penderitaan orang lain ketika lebaran. Itu wajar dan masih baik, daripada tidak sama sekali bukan?!.

Namun, yang paling baik dari itu semua adalah orang yang dapat menjaga sensitivitasnya tanpa terpengaruh emosi dan lingkungan. Dia mampu menyentuh nilai kemanusiaan dalam hatinya kapanpun setiap kali melihat kekurangan dan penderitaan orang lain. Dia mampu, melihat kesediahan orang lain, meskipun orang tersebut tidak menunjukkannya. Dia mampu membaca yang tersirat, karena mata hatinya begitu tajam melihat apa yang ada didalam, bukan diluar.
Pernahkah anda menerima ungkapan perasaan dari kawan anda seperti, “Apa yang bisa kubantu?” padahal anda tidak pernah meminta bantuannya. Atau, “Kelihatannya ada sesuatu yang membebanimu, mau berbagi?”. Atau, “Santai aja, semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Percaya deh!”. Itu semua adalah ungkapan sensitivitas.

Dan bersyukurlah jika itu terjadi, berarti anda berada dilingkungan yang tepat. Tidak semua orang bisa seberuntung anda.

Lebih hebat lagi jika anda yang melakukannya kepada kawan anda. Dan ketika itu terjadi, anda sudah tidak memerlukan tulisan ini lagi.

Add comment Juni 12, 2008

Selamatkan Bangsamu, Jadilah Entrepreneur!

Seri Bangkit Indonesiaku #1

entrepreneur diniSudah sering kita mendengar dari televisi, koran, majalah, radio bahkan internet tentang begitu banyaknya hutang yang melanda bangsa ini. Lebih dari 1200 triliun hutang telah melilit dan mencengkeram bangsa ini. Bahkan beberapa tahun terlewati setelah kita memasuki reformasi, kondisi ini tak kunjung berubah.

Dilain pihak, pos belanja negara yang tertuang dalam APBN sungguh sangat tidak memihak kepada rakyat. Sekitar 40% pos belanja negara kita digunakan untuk membayar hutang tadi. So, bagaimana kita bisa membangun kalo uangnya dipake untuk bayar hutang terus.

Trus bagaimana dong? Sebagai orang yang peduli terhadap nasib bangsa ini maka siapapun harus tergerak untuk menolong ibu pertiwi yang sedang sakit ini.

Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan berusaha untuk tidak menjadi beban bagi negara. Mungkin terdengar sangat idealis. Memang. Dan tahu ngga, bangsa ini hanya bisa keluar dari krisis hanya dengan Idealisme! Itu saja modalnya. Pembahasan tentang idealisme akan dikupas dalam posting berbeda.

Kembali kepada persoalan, selama ini yang dilakukan oleh negara hanya berkutat mengurusi ekonomi makro saja. Kalo ndak bayar utang negara ya jual aset ke pihak asing. Dan tahu ngga, bahwa utang negara segitu banyak ternyata banyak dinikmati oleh para pengusaha kaya yang tidak sedikit diantaranya adalah konglomerat hitam.

Dan kenapa Indonesia bisa terpuruk seperti ini? padahal negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand dan Korsel bisa keluar dari krisis hanya dalam waktu 2 tahun dari 1997. Salah satu alasannya adalah karena perekonomian Indonesia didominasi oleh konglomerasi. Ketika para konglomerat itu terlilit hutang karena krisis moneter, maka perekonomian negara ikut hancur saking tergantungnya ekonomi negara pada mereka. Dan akhirnya, negara pun turut dalam usaha menalangi utang-utang mereka. Enak bener ya…

Harusnya bagaimana? Contohlah Korsel. Ekonomi Korsel tumbuh begitu pesat dan menjadi salah satu macan Asia bersama China. Mereka menopangkan ekonomi mereka kepada ekonomi kerakyatan. Hampir 90% rakyatnya berusaha mandiri dengan UKM-UKM yang mereka bangun dan besarkan sendiri. Jadi, meskipun lebih kecil namun faktanya ekonomi berbasis UKM ini jauh lebih kokoh dan tahan krisis. Dan hebatnya lagi, dana yang mereka kelola bukan dari negara (alias tidak membebani negara).

Nah, jadi mari bersama-sama menyelamatkan bangsa. Dengan cara berusaha untuk tidak membebani negara. Jadilah pengusaha, jadilah entrepeneur!

4 comments Juni 12, 2008

Restore GRUB after installing Windows

Peristiwa tidak mengenakkan ini terjadi ketika aku harus menginstal ulang Windows (aktivitas rutin 1x dalam setahun). Sementara di laptop sudah bertengger Ubuntu Gutsy Gibbon dengan gagahnya (dual OS). Akhirnya yang kutakutkan terjadi, Windows langsung menyikat habis GRUB (bootloder linux) dan aku tidak bisa lagi bekerja di Linux.

Tanya sana sini, google sana google sini akhirnya ketemu solusinya, pake SUPER GRUB DISK. Nice and easy, dan dalam waktu kurang dari 5 menit, semua sudah kembali seperti semula.

Caranya:

  1. Donlod dulu image Super Grub Disk (http://supergrub.forjamari.linex.org/)
  2. Burn di CD
  3. Reboot dengan CD tersebut
  4. Ikuti langkah dan petunjuk dari situs http://users.bigpond.net.au/hermanzone/SuperGrubDiskPage.html
  5. Selesai

    Tampilan SUPER GRUB DISK yang bener2 super! :)

Add comment Maret 17, 2008

Percobaan Menggunakan w.bloggar

Tulisan ini hanya percobaan blogging menggunakan w.bloggar. Tidak perlu dimasukkan dalam hati, ato dipikir terlalu dalam :D

2 comments Januari 8, 2008

Selamatkan Bumi Dengan Tanganmu!

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan dengan tangan kecilmu untuk menyelamatkan bumi kita tercinta:

  1.  Tidak menancapkan colokan listrik walaupun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya. Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.
  2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya. Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging.
  3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa? Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air. Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4. Selain nomor-nomor itu, they are not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!
  4. Tissue yang sudah di pakai tidak bisa di recycle. Begitu juga karton-karton yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman. They are only a waste, yang mau tidak mau tanahlah yang harus merecycle.
    Perkiraan orang memakai tissue 6 lembar sehari, 2.200 lembar setahun. Berarti kira-kira 44 milyar lembar dipakai seluruh Indonesia setahun. Kalau kita menghemat 1 lembar saja tiap hari, berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 milyar setahun… Hebat kan ?
  5. Be Green on ATM? Kalau di BCA kan ada yang ambil duit tidak pake receipt atau be samart dengan ransfer lewat internet banking atau mobile banking. 8 milyar kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah satu sumber sampah terbesar didunia. Kalau selama setahun orang transaksi tidak pakai kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali. Wow!
  6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah sehingga bias membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, dan, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)

So, ternyata gampangkan. Dari hal-hal remeh ini kita bisa menjadikan bumi menjadi tempat yang lebih baik buat anak cucu kita kelak. Ayo selamatkan bumi dengan tanganmu!Selamatkan Bumi Dengan Tanganmu.

Add comment Desember 28, 2007

Vision

Vision

Yang membedakan seorang pemimpin dengan orang biasa adalah visi. Visi tidak hanya berfungsi untuk memberikan arah dan panduan bagi seseorang, tetapi juga berfungsi sebagai magnet yang akan menarik seseorang untuk senantiasa tetap berada di jalan yang benar.

Bayangkan dua orang duduk dibawah sinar bulan purnama dengan membawa baskom berisi air. Tiap orang akan melihat gambaran bulan yang berbeda di baskom mereka. Hal ini wajar, mengingat air yang mengisi masing-masing baskom tidak sama kejernihan dan kepekatannya. Tapi coba masing-masing orang melihat bulan yang ada diatas sana. Maka masing-masing orang akan melihat gambaran bulan yang sama, karena memang benda yang dilihat cuma satu. Itulah VISI. Satu, dan menyatukan.

Sebuah organisasi harus mempunyai visi. Karena visi inilah yang akan menyatukan pikiran sekelompok orang dalam organisasi dimaksud. Visi ini jugalah yang akan menuntun jalannya organisasi ke arah yang ingin dicapai pendiri organisasi.

V for Victory. Sebuah visi akan menuntun kita kepada kemenangan, baik kemenangan pribadi maupun kemenangan publik. Orang yang tidak mempunyai visi di dalam hidup akan cenderung menjalani hidupnya secara apa adanya, asal-asalan, tidak bersemangat dan pasrah. Bandingkan dengan orang yang tiap hari selalu didewasakan dengan visi, orang ini akan berjalan dengan teratur dan terarah, penuh perencanaan dan bersemangat, bahkan ketika kegagalan menghadang. Sehingga, pada akhirnya orang bervisi akan selalu menang, karena ia meniti jalan yang sama tiap harinya, meskipun kecepatan jalannya lambat.

I for Insight. Sebuah visi akan membuat seseorang memiliki penglihatan yang lebih dibandingkan orang lain. Sebuah penglihatan akan makna kehidupan. Penglihatan disini tidak dimaksudkan secara harfiah. Orang yang memiliki insight dapat membaca peluang, dia juga peka dalam membaca hikmah yang terkandung dalam setiap kejadian. Artinya, dia mampu ‘menembus’ penghilatan fisik sehingga mampu melihat makna.

S for Smart. Sebuah visi akan membuat seseorang menjadi cerdas. Cerdas karena orang bervisi mengetahui apakah ia sedang berada di jalur yang tepat, atau ia diluar jalur, atau apakah ia telah melakukan sesuatu, atau perlu melakukan sesuatu untuk mencapai visinya tersebut. Pendek kata, orang dengan visi akan dipaksa untuk berpikir dan berbuat dalam dimensi waktu yang cukup lama untuk bisa mewujudkan visinya.

I for Intuition. Intuisi dapat terbentuk melalui rentetan peristiwa, pengalaman, dan pemaknaan yang sangat lama. Tidak mengherankan orang yang berpengalaman biasanya dapat meramalkan sesuatu dengan tepat.

Visi berbeda dengan mimpi. Yang membedakan visi dan mimpi itu hanya satu, yaitu aksi. Visi adalah seni melihat sesuatu yang tidak terlihat. Visi diterjemahkan dalam ukuran kuantitas, kualitas dan waktu. sedangkan mimpi tidak. Ia hanyalah sebagai penglihatan sepintas tanpa melihat aspek kenyataan.

Jadi, jika itu semua berasal dari visi, maka pantas saja Pemimpin harus mempunyai visi.

Add comment September 11, 2007

Previous Posts


Arsip

Kategori

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Blogroll

Blog Stats

Komentar Terakhir

Akhmad Guntar di Mahasiswa Anti Korupsi di…
akhuna di Selamatkan Bangsamu, Jadilah…
Akhmad Guntar di Selamatkan Bangsamu, Jadilah…
akhuna di Selamatkan Bangsamu, Jadilah…
lmjaelani di Selamatkan Bangsamu, Jadilah…

 Subscribe in a reader

Masukkan alamat email anda untuk berlangganan:

Delivered by FeedBurner

Tag