//
you're reading...
Selingan

Selamatkan Bangsamu, Jadilah Entrepreneur!

Seri Bangkit Indonesiaku #1

entrepreneur diniSudah sering kita mendengar dari televisi, koran, majalah, radio bahkan internet tentang begitu banyaknya hutang yang melanda bangsa ini. Lebih dari 1200 triliun hutang telah melilit dan mencengkeram bangsa ini. Bahkan beberapa tahun terlewati setelah kita memasuki reformasi, kondisi ini tak kunjung berubah.

Dilain pihak, pos belanja negara yang tertuang dalam APBN sungguh sangat tidak memihak kepada rakyat. Sekitar 40% pos belanja negara kita digunakan untuk membayar hutang tadi. So, bagaimana kita bisa membangun kalo uangnya dipake untuk bayar hutang terus.

Trus bagaimana dong? Sebagai orang yang peduli terhadap nasib bangsa ini maka siapapun harus tergerak untuk menolong ibu pertiwi yang sedang sakit ini.

Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan berusaha untuk tidak menjadi beban bagi negara. Mungkin terdengar sangat idealis. Memang. Dan tahu ngga, bangsa ini hanya bisa keluar dari krisis hanya dengan Idealisme! Itu saja modalnya. Pembahasan tentang idealisme akan dikupas dalam posting berbeda.

Kembali kepada persoalan, selama ini yang dilakukan oleh negara hanya berkutat mengurusi ekonomi makro saja. Kalo ndak bayar utang negara ya jual aset ke pihak asing. Dan tahu ngga, bahwa utang negara segitu banyak ternyata banyak dinikmati oleh para pengusaha kaya yang tidak sedikit diantaranya adalah konglomerat hitam.

Dan kenapa Indonesia bisa terpuruk seperti ini? padahal negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand dan Korsel bisa keluar dari krisis hanya dalam waktu 2 tahun dari 1997. Salah satu alasannya adalah karena perekonomian Indonesia didominasi oleh konglomerasi. Ketika para konglomerat itu terlilit hutang karena krisis moneter, maka perekonomian negara ikut hancur saking tergantungnya ekonomi negara pada mereka. Dan akhirnya, negara pun turut dalam usaha menalangi utang-utang mereka. Enak bener ya…

Harusnya bagaimana? Contohlah Korsel. Ekonomi Korsel tumbuh begitu pesat dan menjadi salah satu macan Asia bersama China. Mereka menopangkan ekonomi mereka kepada ekonomi kerakyatan. Hampir 90% rakyatnya berusaha mandiri dengan UKM-UKM yang mereka bangun dan besarkan sendiri. Jadi, meskipun lebih kecil namun faktanya ekonomi berbasis UKM ini jauh lebih kokoh dan tahan krisis. Dan hebatnya lagi, dana yang mereka kelola bukan dari negara (alias tidak membebani negara).

Nah, jadi mari bersama-sama menyelamatkan bangsa. Dengan cara berusaha untuk tidak membebani negara. Jadilah pengusaha, jadilah entrepeneur!

About akhuna

Enterpreneur, IT Consultant, Student of ITS Surabaya and Kumamoto University, and a Father of a happy family.

Diskusi

5 thoughts on “Selamatkan Bangsamu, Jadilah Entrepreneur!

  1. mari bersama-sama menyelamatkan bangsa, jadilah yang terbaik dibidang masing masing.
    🙂

    Posted by lmjaelani | Juni 12, 2008, 6:25 am
  2. Setuju, menjadi yang terbaik dan berikanlah kontribusi untuk bangsamu. Seperti pepatah bilang, be number one or no one.

    Posted by akhuna | Juni 12, 2008, 7:50 am
  3. Adalah tantangan besar bagi mereka2 yg tidak dibesarkan dalam didikan yg menunjang ke arah enterepreneurship. Di sinilah kemudian peran penting dari jaringan bermain. Konglomerasi dalam bentuk2 produktif, di mana setiap usaha masih bisa berdiri sendiri, di mana jalinan yg ada didasarkan atas ukhuwah dan semangat dan sinergi membangun negeri, maka tentu akan jadi sesuatu yg amat disenangi😛

    Posted by Akhmad Guntar | Juni 12, 2008, 9:21 am
  4. I couldn’t agree with you more Pak Guntar. Intinya adalah memperbanyak usaha-usaha dengan kepemilikan bersama/banyak orang, bukan hanya milik perseorangan/kelompok saja.

    Posted by akhuna | Juni 13, 2008, 2:12 am
  5. “Harusnya bagaimana? Contohlah Korsel. Ekonomi Korsel tumbuh begitu pesat dan menjadi salah satu macan Asia bersama China. Mereka menopangkan ekonomi mereka kepada ekonomi kerakyatan. Hampir 90% rakyatnya berusaha mandiri dengan UKM-UKM yang mereka bangun dan besarkan sendiri. Jadi, meskipun lebih kecil namun faktanya ekonomi berbasis UKM ini jauh lebih kokoh dan tahan krisis. Dan hebatnya lagi, dana yang mereka kelola bukan dari negara (alias tidak membebani negara).”

    boleh tau dapat reference nya dari mana? karena saat ini saya lagi belajar di korsel dan setau saya lulusan2 di sini sama aja kayak Indonesia, berjuang keras buat “cari kerja”..

    Posted by fikar | Oktober 27, 2008, 6:23 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: