//
you're reading...
Uncategorized

Vision

Vision

Yang membedakan seorang pemimpin dengan orang biasa adalah visi. Visi tidak hanya berfungsi untuk memberikan arah dan panduan bagi seseorang, tetapi juga berfungsi sebagai magnet yang akan menarik seseorang untuk senantiasa tetap berada di jalan yang benar.

Bayangkan dua orang duduk dibawah sinar bulan purnama dengan membawa baskom berisi air. Tiap orang akan melihat gambaran bulan yang berbeda di baskom mereka. Hal ini wajar, mengingat air yang mengisi masing-masing baskom tidak sama kejernihan dan kepekatannya. Tapi coba masing-masing orang melihat bulan yang ada diatas sana. Maka masing-masing orang akan melihat gambaran bulan yang sama, karena memang benda yang dilihat cuma satu. Itulah VISI. Satu, dan menyatukan.

Sebuah organisasi harus mempunyai visi. Karena visi inilah yang akan menyatukan pikiran sekelompok orang dalam organisasi dimaksud. Visi ini jugalah yang akan menuntun jalannya organisasi ke arah yang ingin dicapai pendiri organisasi.

V for Victory. Sebuah visi akan menuntun kita kepada kemenangan, baik kemenangan pribadi maupun kemenangan publik. Orang yang tidak mempunyai visi di dalam hidup akan cenderung menjalani hidupnya secara apa adanya, asal-asalan, tidak bersemangat dan pasrah. Bandingkan dengan orang yang tiap hari selalu didewasakan dengan visi, orang ini akan berjalan dengan teratur dan terarah, penuh perencanaan dan bersemangat, bahkan ketika kegagalan menghadang. Sehingga, pada akhirnya orang bervisi akan selalu menang, karena ia meniti jalan yang sama tiap harinya, meskipun kecepatan jalannya lambat.

I for Insight. Sebuah visi akan membuat seseorang memiliki penglihatan yang lebih dibandingkan orang lain. Sebuah penglihatan akan makna kehidupan. Penglihatan disini tidak dimaksudkan secara harfiah. Orang yang memiliki insight dapat membaca peluang, dia juga peka dalam membaca hikmah yang terkandung dalam setiap kejadian. Artinya, dia mampu ‘menembus’ penghilatan fisik sehingga mampu melihat makna.

S for Smart. Sebuah visi akan membuat seseorang menjadi cerdas. Cerdas karena orang bervisi mengetahui apakah ia sedang berada di jalur yang tepat, atau ia diluar jalur, atau apakah ia telah melakukan sesuatu, atau perlu melakukan sesuatu untuk mencapai visinya tersebut. Pendek kata, orang dengan visi akan dipaksa untuk berpikir dan berbuat dalam dimensi waktu yang cukup lama untuk bisa mewujudkan visinya.

I for Intuition. Intuisi dapat terbentuk melalui rentetan peristiwa, pengalaman, dan pemaknaan yang sangat lama. Tidak mengherankan orang yang berpengalaman biasanya dapat meramalkan sesuatu dengan tepat.

Visi berbeda dengan mimpi. Yang membedakan visi dan mimpi itu hanya satu, yaitu aksi. Visi adalah seni melihat sesuatu yang tidak terlihat. Visi diterjemahkan dalam ukuran kuantitas, kualitas dan waktu. sedangkan mimpi tidak. Ia hanyalah sebagai penglihatan sepintas tanpa melihat aspek kenyataan.

Jadi, jika itu semua berasal dari visi, maka pantas saja Pemimpin harus mempunyai visi.

About akhuna

Enterpreneur, IT Consultant, Student of ITS Surabaya and Kumamoto University, and a Father of a happy family.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: